logo
DONASI

16 Desa di Kecamatan Tuntang Pelajari Pengelolaan Sampah

LOPAIT– Sejumlah 16 Desa di Kecamatan Tuntang melakukan study banding ke Desa Panggungharjo, Sewon Bantul – Yogyakarta.

Kegiatan ini merupakan rangkaian acara Bimbingan Teknis bagi Aparatur Pemerintah Desa se Kecamatan Tuntang bekerjasama dengan Lembaga Pencegahan Korupsi & Pungutan Liar (PKP) yang diselenggarakan selama dua hari yaitu Jum’at-Sabtu (4-5/10/2019).

Rombongan sedang mencermati proses pengolahan minyak jelantah

Tujuan study banding ini untuk mempelajari  tentang pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) sehingga bisa maju.

Lurah Desa Panggungharjo, Wahyudi Anggoro Hadi, S.Farm,Apt dalam sambutannya mengatakan “ BUMDesa Panggung Lestari berdiri sejak tahun 2014, alhamdulillah tahun 2018 lalu mampu membukukan pendapatan sebanyak 53 Milyar.”

Diantara unit yang dikelola adalah pengelolaan sampah, pengolahan minyak jelantah menjadi bakar bakar bernilai ekonomis, pengelolahan minyak nyamplung, Kampong Mataraman dan Swalayan Desa.

Menurutnya, untuk bisa mengelola BUMDes setidaknya dibutuhkan semangat dan kerja keras, selain itu , adakalanya menerapkan ATP yaitu Amati, Tiru, Plek.

Sementara itu Ketua Hamong Projo Kab. Semarang sekaligus Kepala Desa Sraten, Rohmad berpesan agar pasca kegiatan ini semua desa di Kecamatan Tuntang bisa meniru desa Panggungharjo.

“Insya Allah kami akan agendakan belajar lebih lanjut untuk pengelolaan sampah di tempat kami.” Ucapnya usai menutup acara di Balai Desa Panggungharjo.

Usai mendengarkan pemaparan dilanjutkan dengan mendatangi salah satu unit pengolahan sampah yang diubah menjadi bahan bakar dan pupuk organik, di tempat ini rombongan menyaksikan langsung proses pengolahan minyak jelantah menjadi bahan bakar.

(Erfani Abu Hanafi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *